Senin, 21 Oktober 2013

Cerita Singkat

     Waaaah udah lama tidak nge-blog, dan sudah tidak terasa sudah setahun tidak mengeceknya, waktu memang berjalan sangat cepat apabila kita menjalani dan menikmati alur kehidupan ini, kemaren rasanya masih anak SMA dan sekarang saya sudah menginjak dan merasakan jadi mahasiswa. Sudah semester tiga sekarang dan saya sudah bisa mengenali dan menemukan jati diri saya sendiri, ternyata itu gampang gampang susah juga ya hehe..
      Jadi mahasiswa itu rasanya enak juga, selain kita dituntut untuk belajar dan banyak tugas, kita juga bisa mengekspresikan dan membawakan siapa diri kita sebenarnya, mencari teman, kenalan , dan bahkan mungkin relasi, atau mungkin pacar hehehe.. Tapi disisi lain kita juga harus bertanggung jawab dengan apa yang telah kita perbuat (tul gak gan?).
     Bicara soal pacaran atau wanita (wah pasti pada suka kalo mbahas ginian, ya kan??), pasti ada yang sudah merasakan bagaimana suka dan dukanya pacaran atau bahkan yang lagi LDR-an (long distance relationship) pasti tau tuh gimana caranya agar menjaga hubungan yang romantis walau jarak memisahkan meraka. Intinya cuma saling menjaga komunikasi dan saling terbuka. Loh kenapa aku bisa bilang gitu ya, soalnya udah pengalaman dua tahun ngejalaninnya nih haha..
     Banyak orang bilang atau bahkan temen-temen sendiri bilang bahwa beda tipis antara jomblo dengan LDR-an. Tapi aku menyangkal itu semua, kenapa? karena mereka belum tau tuh perjuangan gimana merasakan hubungan jarak jauh itu, lagian enak juga kok jika kita saling pengertian dan mau menjaga hubungan itu. Oh iya ada tambahan nih "saling pengertian" nah itu juga merupakan kuncinya LDR-an (sok-sok.an pengertian lu), eh tapi memang bener, soalnya pernah nonton entertaimen tentang artis yang hubungan suami-istrinya awet dan langgeng karena mereka saat diwawancarai berkomentar bahwa harus saling menjaga komunikasi dan saling mengerti satu sama lain (nah kan).
     Mereka menanggapi pernyataan mayoritas orang bahwa saat pacaran dulu romantiiiististis banget, tapi saaat dah nikah kok kayak begini ya, makanya mereka menghidupkan dan menerapkan cara romantis mereka saat pacaran dalam hubungan suami-istri mereka (nah lho, kenapa jadi mbahas orang lain ya?)
    Kembali ke topik, bicara soal wanita itu memang rada susah, sulit ditebak (emang bener), lagian mereka mintanya cuma satu, yaitu perhatian. Tapi....perhatiannya mintanya tiap hari, anytime anyplace, itulah yang susah -_- huuuft..
    Tapi tidak semuanya lho..(mau ngebela wanita ya mas? hehe), mereka juga tau bahwa setiap orang punya kesibukan dan kegiatan sendiri-sendiri, ini berdasarkan iseng-iseng nanya sama temen-temen cewek dikampus lho ya...Jadi ya begitulah, makhluk yang satu ini lebih mengedepankan hati mereka daripada akal, gak seperti cowok yang lebih mengedepankan akal, makanya cowok lebih enak ditebak daripada cewek, sok atuh siapa yang tau hati seseorang ya kan???
     Nah, cukup sekian dulu ya, ntar aku lanjut deh bahasan tentang gituan (ambigu ah). Oke mari kita saling perhatian dan saling menjaga komunikasi, bukan cuma pacar aja, tapi dengan semua teman dan orang yang kita kenal, enak banget perhatian cuma sama pacar :-P
Entrri baru ini untuk mengisi waktu aja dikala lagi sendirian dikos, biasalah anak kos yang lagi menyendiri hehehe, oke selamat bertemu lagi dengan entri-entri saya yang baru....

Minggu, 09 September 2012

Mindset Hadapi ujian

Terpikir dari sebuah bacaan yang pernah aku baca, membuat aku gali lebih dalam lagi arti dari kata-kata mindset tersebut. Mungkin tulisan ini hanya sebuah gambaran apa kita sbenarnya. Apa sih kata-kata itu....
"Hidup = Ujian > Sukses = Pilihan > Siap sukses, siap gagal = Rahasianya adalah jiwa yang tenang."

     Hidup adalah ujian. Demikian kalimat yang mungkin sering kita dengarkan dimana-mana, tetapi itulah kenyataannya. Ini adalah gambaran tentang arti sebuah kehidupan. Sebab sejak awal terciptanya kita sebagai manusia telah dihadapkan pada beragamnya ujian tersebut.

Selasa, 04 Januari 2011

Ketika didera sakit yang berkepanjangan, ketika dililit hutang karena kondisi ekonomi yang serba kekurangan, ketika jodoh tak kunjung datang, ketika berumah tangga dan tak kunjung dikaruniai keturunan, ketika berpuluh-puluh surat lamaran pekerjaan hanya berujung dengan kekecewaan, pada saat seperti itulah kita sering mempertanyakan keadilan ALLAH. Disadari atau tidak, kita justru sering menjauh dari-Nya. Kita lebih sering meminta bantuan kepada selain ALLAH ketika berbagai persoalan meliputi kehidupan kita. Bahkan, banyak diantara kita yang justru meminta kepada selain ALLAH dengan cara-cara yang dilarang-Nya.
     Secara tidak sadar, kita sedang menjauh dari-Nya, kita menjaga jarak dengan-Nya. Ada orang yang ingin segera mendapatkan pekerjaan, kenyataannya justru tak kunjung mendapatkan pekerjaan meski sudah mengirimkan berpuluh-puluh surat lamaran. Ada yang ingin segera mendapatkan jodoh, tetapi sampai detik ini jodoh yang diharapkan tak kunjung datang. Ada yang sudah bertahun-tahun berumah tangga tapi tapi belum dikaruniai momongan. Ada yang sudah berobat kesana kemari, tapi sakit yang dideritanya bukannya sembuh tapi malah semakin parah. ... Apakah kita akan menggugat serta mempertanyakan keadilan Tuhan? Ataukah serangkaian persoalan hidup yang kita alami justru semakin menyadarkan kita bahwa kita makhluk lemah yang tak berdaya tanpa kekuatan dari Sang Maha Kuasa?
      Setiap manusia pati diuji oleh ALLAH, dengan beragam bentuk ujian. Ada yang diuji dengan kemiskinan, kelaparan, kekurangan harta benda. Ada yang diuji dengan penyakit, kematian, kehilangan orang-orang yang dicintai. Ada yang diuji dengan ketakutan ketika jodoh tak kunjung datang, sementara usia terus bertambah. Ada yang diuji dengan kekhawatiran ketika keturunan tak jua hadir setelah bertahun-tahun berumah tangga. Ada pula yang diuji dengan kecemasan saat tak kunjung memperoleh pekerjaan.

Minggu, 28 November 2010

Ikhlas itu Indah

Hujan rintik-rintik membasahi bumi, udara berhembus terasa segar. Seorang pemuda telah selesai menunaikan sholat dzuhur berjamaah di masjid. Pandangannya menyapu ke arah halaman masjid, tidak jauh darinya ada seorang perempuan tua yang duduk ditengah lapangan menarik perhatiannya. Tiba-tiba sebuah tas kecil dari tempat nenek itu terbang tertiup angin kencang. Segera pemuda itu memperhatikan teriakan nenek itu minta tolong, ingin tasnya diambilkan.
Merasa terpanggil pemuda itu segera berlari mengejar tas kecil, terlihat tas itu telah melesat jauh, dia berlari dengan terengah-engah kelelahan. Berlarilah pemuda itu sekuat tenaga dan tas kecil itu berhasil juga dipegangnya. Nampak keringat bercucuran, dengan hati penuh kebahagiaan dia berlari kecil mengantarkan tas kecil. Terlintas didalam hatinya lelah yang dirasakan tentunya akan disambut dengan senyuman dan ucapan terima kasih sang nenek sudah cukup sebagai balasan atas kebaikan yang telah dilakukannya.
Namun diluar didugaannya, sang nenek segera merebut tas kecil itu dan membalikkan tubuhnya dengan wajah yang cemberut, sepintas seperti marah. Pemuda terkejut bukan main. Jangankan senyuman dan ucapan terima kasih, wajah ramahpun tidak terlihat. Pemuda itu kebingungan. ‘Apa dosaku ya?’ ucapnya lirih. Dia tak bisa bergerak, malu, kesal, kecewa tercampur aduk.
Berkali-kali pemuda istighfar, siang itu dirinya menemukan pelajaran yaitu makna ikhlas. Ya tentang keikhlasan. Keikhlasan berarti tidak pernah berharap apapun, bahkan balasan, walaupun berupa senyuman dari yang kita perbuat. Lakukanlah segala perbuatan baik semata-mata karena Allah. Itulah yang disebut dengan ikhlas. Siang itu dihalaman masjid, pemuda itu mendapatkan pelajaran bahwa ikhlas itu indah.

‘Dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka, tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakan.’ (QS. At-Thuur : 21).


Read more: http://www.resensi.net/ikhlas-itu-indah/2010/10/#ixzz16czCqckl

Minggu, 26 September 2010

Cerita Ayah dengan Sang Buah Hati

Pada suatu sore seorang ayah bersama anaknya yang baru saja menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka. Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pohon. Si ayah lalu menunjuk ke arah gagak sambil bertanya, "Nak, apakah benda tersebut?" "Burung gagak", jawab si anak.

Si ayah mengangguk-angguk, namun beberapa saat kemudian mengulangi lagi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi lalu menjawab dengan sedikit keras, "Itu burung gagak ayah!"

Tetapi sejenak kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama. Si anak merasa agak marah dengan pertanyaan yang sama dan diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih keras, "BURUNG GAGAK!!"

20 golongan yang [sangat] dibenci Iblis Sang raja syeithan

Ibnu Abbas ra. berkata,"Pada suatu hari Rasulullah bertanya pada iblis (rajanya setan), berapa banyak musuhmu dari kalangan umatku?" Iblis menjawab, "Ada duapuluh golongan, yaitu:

1. Engkau Muhammad,karena aku sangat membencimu. 2. Orang 'alim (berilmu, cerdik cendikia) yang mengamalkan (mengajarkan, menyebarluaskan) ilmunya. 3. Orang yang hafal Alquran dan mengamalkan isinya. 4. Mu'adzdzin yang mengumandangkan adzan sholat lima waktu dengan niat yang iklas karena Allah. 5. Orang yang mencintai fakir miskin dan anak yatim 6. Orang yang berhati kasih sayang.

Rabu, 22 September 2010

Wanita jelek itu, ibu ku. True story!



Ini adalah sebuah kisah lama yang patut dibaca dan direnungkan berkali-kali betapa baiknya ibu kita, bagaimana besarnya pengorbanan ibunda kita, dan seterusnya.

kejadian ini terjadi di sebuah kota kecil Taiwan , tahun berapaan udah lupa .

Ada seorang pemuda bernama A be ( bukan nama sebenarnya ) .
Dia anak yang cerdas , rajin dan cukup cool. Setidaknya itu pendapat cewe'2 yg baru kenal dia.
Baru beberapa tahun lulus kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan swasta dia sudah dipromosikan sebagai manager .
Gajinya pun lumayan .
Tempat tinggal nya tidak terlalu jauh dati kantor.
tp orang nya humoris dan gaya hidup sederhana membuat banyak teman2 kantor senang bergaul dengan nya, terutama dari kalangan cewe'2 jomblo.
Bahkan putri Owner perusahaan tempat ia bekerja juga menaruh perhatian khusus pada A be.
Di rumahnya ada seorang wanita yg tampang nya seram sekali .
sebagian kepalanya botak dan kulit kepalanya terlihat seperti borok yg baru mengering.
Rambutnya hanya tinggal sedikit di bagian kiri belakang tergerai seadanya sebatas pundak .
Mukanya juga cacat seperti luka bakar . wanita tua ini betul2 seperti monster yang menakutkan .
Ia jarang keluar rumah bahkan keluar dari kamarnya jika tak ada yg penting .
Wanita tua ini tak lain adalah ibu kandung nya A be.
Walau demikian, Sang ibu selalu setia melakukan pekerjaan rutin layaknya ibu rumah tangga lain yg sehat.
membereskan rumah , pekerjaan dapur , cuci mencuci dan lain lain.
Juga memberi perhatian besar kepada anak satu2 nya A be.
Namun A be adalah seorang pemuda normal layaknya anak muda lain .
Kondisi Ibunya yang cacat menyeramkan itu sullit untuk mengakuinya .
Setiap kali ada teman ato kolega bisnis yg bertanya siapa wanita cacat itu dirumahnya, A be selalu menjawab wanita itu adalah pembantunya yg ikut ibunya dulu sebelum meninggal. " Dia tidak punya saudara , jadi saya tampung , kasihan ." jawab A be.
Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh sang Ibu .
Tentu saja ibunya sedih sekali .
Tetapi ia tetap diam dan menelan ludah pahit dalam hidupnya.
Ia semakin jarang keluar dari Kamarnya, takut anak nya sulit menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya.